Khitin dan khitosan merupakan hasil samping yang didapat
dari limbah udang. Limbah udang ini dihasilkan dari kegiatan pengolahan
udang segar menjadi udang beku. Saat ini khitin dan khitosan menjadi
salah satu bahan kimia dan bahan baku industri yang menjadi unggulan
khususnya bagi industri farmasi, kesehatan, kosmetik, makanan, pengolah
limbah dan air, fotografi, kayu dan kertas. Hal ini dikarenakan aplikasi
dan kegunaan khitin dan khitosan yang luas di berbagai sektor.
Khitin dan khitosan dapat digunakan di berbagai macam
aplikasi industri diantaranya :
-
- Bahan Tambahan dan Penolong di Bidang Farmasi
- Kesehatan dan Kosmetik (seperti : dietary fiber,
lensa kontak, kapsul, skin protection, penyembuh luka bakar, bahan
benang operasi, pengisi tulang dan gigi buatan, pengobatan kanker,
anti bakteri)
- Makanan (seperti : preservatif, stabilisasi warna)
- Pengolah Limbah dan Air (seperti : penyerap logam
berat, minyak dan lemak, penjernih air, campuran plastik biodegradable)
- Fotografi
- Pembuatan Kertas
- Pengawetan Kayu dan Peternakan (seperti : peningkat
gizi dan bobot ternak)
|
|


|
|
Diagram Alir Proses Pembuatan
Khitin dari Limbah Udang |
Diagram Alir Proses Pembuatan
Khitosan dari Khitin |
Produk
dari Khitin dan Khitosan |
Studi kelayakan pendirian industri khitin dan khitosan
meliputi :
Semua aspek yang dikaji menunjukkan industri khitosan
berbahan baku limbah udang layak untuk didirikan. Sedangkan, industri
khitin layak didirikan dengan catatan sebagian besar hasil khitin yang
diproduksi untuk ekspor.
Analisis Aspek Pasar
dan Pemasaran
Berdasarkan analisis pasar dan pemasaran, ditetapkan
prioritas produksi perusahaan adalah produk khitosan. Hasil analisis
aspek pasar dan pemasaran menunjukkan bahwa potensi pasar khitosan di
Indonesia cukup besar yaitu sebesar 308 ton. Struktur pasar yang terjadi
adalah persaingan murni dalam skala internasional.
Teknis dan Teknologis
Hasil analisis teknis dan teknologis meliputi lokasi,
teknologi proses dan tata letak pabrik. Lokasi perusahaan berdasarkan
metode AHP adalah di kabupaten Banyuwangi. Perusahaan khitosan ini membutuhkan
78 orang tenaga kerja langsung dan tidak langsung. Berdasarkan aspek
perijinan, perpajakan serta lingkungan pendirian industri khitosan berbahan
baku limbah udang layak dilaksanakan karena tidak ada masalah terhadap
ketiga aspek tersebut.
Manajemen dan Organisasi
Kebutuhan tenaga kerja industri pengolahan khitin lebih
sedikit dibandingkan tenaga kerja industri khitosan. Jumlah tenaga kerja
langsung industri khitin sebanyak 36 orang. Jumlah tersebut terdiri
dari pekerja 15 orang, operator 10 orang dan supervisor 11 orang. Jumlah
tenaga kerja tidak langsung industri khitin sama dengan jumlah tenaga
kerja tidak langsung industri khitosan. Total tenaga kerja yang dibutuhkan
sebanyak 73 orang.
Legal dan Yuridis
Bentuk usaha yang dipilih adalah Perseroan Terbatas
(PT).
Izin bidang industri meliputi Izin Usaha Industri yang selanjutnya disebut
IUI, Izin Perluasan dan Tanda Daftar Industri yang selanjutnya disebut
TDI
Lingkungan
Ada dua hal yang dikaji dalam aspek lingkungan yaitu
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan dan potensi limbah dari industri
khitosan. Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, industri
khitosan termasuk industri yang wajib dilengkapi AMDAL.
Finansial
Beberapa hal yang dikaji dalam aspek finansial adalah
sumber dana dan struktur pembiayaan, jumlah biaya investasi, harga dan
prakiraan penerimaan, proyeksi laba rugi, proyeksi arus kas, analisa
titik impas, Kriteria kelayakan investasi (NPV, IRR, Net B/C, PBP, ROI)
dan analisa sensitivitas.
|
Tabel
Finansial Khitosan |
| Biaya Investigasi (modal sendiri) 30% |
Rp. 6.983.918.588,00. |
| Modal Pinjaman dari Bank 70% |
Rp. 16.295.810.039,00. |
| Biaya Investasi Tetap 64,39% |
Rp.14.988.856.137,00 |
| Biaya Modal Kerja |
Rp. 8.290.872.490,00. |
| HPP |
Rp. 161.163,79/kg |
| NPV |
Rp. 14.290.563.556,00 |
| IRR |
31,82 % |
| Net B/C |
1,61 |
| PBP |
3,28 tahun |
| Tabel Finansial
Khitin |
| Biaya Investigasi (modal sendiri) 30% |
Rp. 6.403.161.033,00 |
| Modal Pinjaman dari Bank 70% |
Rp. 14.940.709.077,00 |
| Biaya Investasi Tetap 64,39% |
Rp.14.186.298.374,00 |
| Biaya Modal Kerja |
Rp. 7.157.571.736,00 |
| HPP |
Rp. 111.646,38/kg |
| NPV |
Rp. 15.716.151.316,00 |
| IRR |
34,02
% |
| Net B/C |
1,73 |
| PBP |
3,35
tahun |